Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 April 2012

Seperti Waktu Itu


Minggu, 8 April 2012


"Sayang, malam ini bulan purnamanya sangat terang, seperti waktu itu.
Sayang, aku ingin menikmati sinarnya bersamamu, lagi, seperti waktu itu."

Minggu, 01 April 2012

Jika Aku (Maka Kamu)

Jika aku, adalah Kata, maka kamu adalah Koma yang membiarkan aku tetap bercerita sebelum dibunuh titik.

Jika aku adalah Senja, maka kamu adalah Orange yang membuatku tetap tersenyum saat nyawaku dicabut malam.

Jika aku adalah Gelap, maka kamu adalah Bintang yang memeluk dengan hangat meski bulan memandang sinis.

Jika aku, adalah Nada, maka kamu adalah Lirik yang mengubahku menjadi sebuah lagu dihati para pecinta.

Jika aku adalah Dingin, maka kamu adalah secangkir kopi yang menghadirkan kehangatan disekujur kerinduanku.

Jika aku adalah Sepi, maka kamu adalah Jemari sempurna yang menggenggam hari ku dengan penuh cita.

Jika aku adalah Mimpi, maka kamu adalah Pemilik alam astral terbaik yang mengizinkan aku singgah dikala ku menutup mata pada dunia.

Jika aku adalah Cermin, maka kamu adalah pantulan Senyum yang tercipta ditiap ku mengeja namamu.

Jika aku adalah Doa, maka kamu adalah Ayat tersuci yang selalu tereja ditiap aku memohon pada Pencipta.

Jika aku adalah Detik, maka kamu adalah Perjalanan terindahku hingga aku bisa sempurna disapa waktu.

Jika aku adalah Langkah, maka kamu adalah Ujung perjalanan ku untuk singgah bersandar dibahu rumah (hati mu).

Jika aku adalah Luka, maka kamu adalah Anugrah Tuhan yang dibekali senyum tersempurna untuk mengobati ku.

Jika aku adalah Penantian, maka kamu adalah Alasan terkuat ku untuk setia pada rindu.

Jika aku adalah Hujan, maka kamu adalah Pelangi yang menjanjikan ku warna setelah mendung menguasai langit.

Jika aku adalah Hari ini, maka kamu adalah Esok yang hadirnya selalu ku tunggu bersama mentari.

Jika aku adalah Harapan, maka kamu adalah Jawaban Tuhan yang melengkapi hidupku dengan makna.

Jika aku adalah Takdir, maka kamu adalah Karma ternikmat yang tidak pernah jera ku cicipi.

Jika aku adalah Cinta, maka kamu adalah Alasan tersempurna mengapa aku bangga saat terjatuh.

Jika aku adalah Kamu, maka aku adalah Sentuhan Tuhan yang paling indah yang pernah hadir di takdir mu.

Kamu, ya.. kamu.. satu-satunya nama Lelaki yang baru saja kusadari untuk pertama kalinya kusandingkan disamping nama Ayah ku diantara selipan doa saat aku meminta pada yang Kuasa. Kamu. Cinta.


Dikutip dari Unplayed Words

Rabu, 21 Maret 2012

Perempuan Ini



Perempuan ini sangat mengagumimu.



Kamu seperti hujan yang datang kala bumi sedang kepanasan atau seperti pelangi yang datang setelahnya. Ya. Kamu bisa menjadi siapa saja bagi perempuan ini. Membuatnya tenang, membuatnya nyaman, membuatnya tertawa, membuatnya berani berbagi cerita.


Tidak banyak yang tahu kalau perempuan ini menyimpan sesuatu. Dulu.


Ya. Mencintaimu. Tapi kamu tidak pernah tahu itu.


Dan ketika kedatangan perempuan cantik itu, perempuan yang ini limbung. Jatuh. Ada sesuatu asing yang sepertinya kemudian gemar sekali memukuli jantung. Tetapi kamu tidak pernah tahu itu. Perempuan yang ini terlalu mahir menyimpan sesuatu. Seperti menyembunyikan kenyataan bahwa dia mencintaimu. Ya. Seperti itu.


Dan sepertinya, sebenarnya kamu tidak terlalu bodoh untuk mengetahui apa yang disembunyikan perempuan ini. Ya. Kamu terlalu pintar untuk tipuan kecil semacam itu. Perempuan ini sangat yakin kamu benar-benar tahu tentang rahasia itu. Bahwa perempuan ini mencintaimu? Iya. Kamu pasti tahu, bukan? Tidak mungkin tidak. Sesuatu yang bernama cinta sangat sulit disembunyikan. Begitu kan kamu bilang?


Masalahnya, meski kamu tahu tentang rahasia besar itu, kamu bahkan tidak mengejar perempuan ini. Ya. Kamu malah bersama perempuan itu, bukan perempuan ini. Aku tidak tahu apa pertimbanganmu. Tapi, tidak apa. Perempuan ini pasti akan tetap bahagia. Kamu pun juga. Entah dengan perempuan itu atau bukan. Aku dulu pernah berharap, kamu akan berbahagia dengan perempuan ini. Ya. Bersama perempuan yang selalu rindu menggenggam tanganmu atau bersandar di pundakmu ini.


Dan ketika datang lelaki itu, perempuan ini harus menerimanya. Tidak tahukah kamu bahwa perempuan ini sudah lelah menunggu? Apalagi sejak kedatangan perempuan itu di sisimu. Mengambil semua waktu perempuan ini denganmu. Sejak itu, dia mulai mengalihkan pikiran kepada lelaki itu. Lelaki itu perhatian, baik dan pengertian. Ya. Aku akan menerima lelaki itu.


Perempuan ini akan berhenti mencintaimu dan mulai mencintai lelaki itu.


Oya, tapi perempuan ini tidak akan melupakanmu. Tentu saja perempuan ini tidak akan mengingatmu setiap hari seperti seorang gila. Perempuan ini akan tetap melupakanmu, tapi sesekali pasti akan mengingatmu. Bisa jadi pada saat melihat-lihat album foto pada zaman dulu lalu ada fotomu di sana. Ya, mungkin perempuan ini akan mengingatmu dengan cara itu.


Satu lagi. Ketika momen-momen seperti itu terjadi, perempuan ini juga akan mengingatmu sebagai lelaki yang pernah dicintai oleh perempuan ini.

*******

Gatau kenapa, suka banget sama penggalan fiksi Mas Namara ini. Mungkin karena aku pernah ngalamin hal yang hampir sama :)


Menuliskanmu Semampuku

Kata orang, jika kamu tidak bisa mengatakan perasaanmu, tuliskan dulu. Ini, ini aku sedang menuliskannya. Menuliskan perasaanku.

Tapi tentu saja aku tidak begitu pandai menulis, jadi aku akan menuliskannya semampuku.

Kita itu sebenarnya lucu. Saling menemani, tapi tidak pernah ada ucapan saling mencintai. Meski kamu dan aku sama-sama tahu, bahwa setidaknya, aku mencintai. Mencintaimu. Dan kamu tahu benar tentang mencintainya aku itu. Karena tidak ada yang bisa ditutupi, apalagi dengan sebegitu seringnya aku memujimu, dan sebegitu memperhatikannya aku detail tentangmu.

Kita itu lucu. Selalu saling mengerti. Jika aku bercerita, kamu akan diam mendengar. Jika kamu yang bercerita, gantian aku yang berdebar. Lalu kemudian aku membagi porsi hatiku; ini untuk rinduku pada ceritamu, ini untuk mencintaimu. Lihat, tempat porsinya selalu untuk kamu.

Kita itu lucu. Seringkali saling memperhatikan, tapi sama-sama berusaha agar tidak ketahuan. Aku tidak tahu alasanmu, tapi kalau aku, lebih kepada agar rinduku tidak terlalu kelihatan. Bagaimanapun juga, (mungkin) ada seseorang di sana yang menemanimu. Yang selalu membuyarkan awan fantasi kecil yang muncul di kepalaku ketika mengenangmu. Meratakan apa pun bayangin indah tentang kata ‘kita’, menjadi hanya ‘aku’ dan atau ‘kamu’.

Kamu pernah merasa cemburu? Kalau belum, percaya padaku, rasanya tidak enak sama sekali. Apalagi cemburu kepada seseorang yang bahkan tidak kamu miliki. Seperti aku, yang mencemburuimu.

Dan kamu pernah merasa sangat rindu? Aku rindu. Tapi aku tidak tahu apakah kamu merasakan persis sama sepertiku. Persis, ya, persis. Bukan hanya sekadar teringat denganku. Itu bukan rindu. Itu hanya mengingatku.

Dan kamu tahu seberapa melelahkannya itu? Apalagi ketika aku tahu kamu sedang sakit, tapi tidak bisa menanyakan kabarmu hanya karena takut di sana (mungkin) ada dia yang menjagamu? Itu melelahkan sekali. Percaya padaku.

Apa lagi yang harus kutuliskan? Sebentar. Aku tidak terbiasa menulis, jadi aku tulis apa yang ada di pikiranku. Untuk itu, aku harus berpikir dulu.

Mmm oya, kamu apa kabar? Kalau boleh jujur, aku ingin sekali melihatmu tertawa atau mendengar suaramu bernyanyi. Apalagi pada saat matahari dipukul senja, sampai dia jatuh dan melarikan diri ke belahan lain bumi. Apalagi ketika hujan datang, yang tidak hanya membawa miliaran tetes air tapi juga ribuan kamu yang berjatuhan di kepalaku. Apalagi ketika aku mendengar lagu favoritmu dan tiba-tiba saja secara otomatis, aku memutar rekaman apa pun tentangmu di ingatanku.

Aduh, ketika mencoba memperindah kalimatku malah kelihatan memusingkan ya? Maaf. Aku menulis lagi apa adanya saja.

Tentang ingin sekali melihatmu tertawa atau mendengar suaramu bernyanyi itu, benar adanya. Aku tidak menambahkan dan tidak mengurangi. Kalau ada waktu nanti --tentu saja waktu yang dipunyai aku dan kamu, dan tentu saja kalau Tuhan menghendaki, boleh aku meminta kesempatan itu? Sekali saja. Untuk kukenang. Untuk kuceritakan bahwa aku pun pernah menemani gadis impian.

Dan ketika itu, aku ingin mengatakan sesuatu persis di depan matamu. Kalaupun tidak bisa, setidaknya menggunakan suaraku saja. Kalau tidak bisa juga, setidaknya melalui tulisan. Bukan yang ini, tapi benar-benar yang kutulis untukmu dan yang bisa membacanya juga hanya kamu.

Kalimat yang akan kusampaikan itu sederhana, bahwa aku mencintaimu, bahwa aku selalu rindu denganmu.
Itu saja dulu. Maaf kalau tulisanku berantakan dan tidak bagus.

Oya, terakhir. Tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya kita masih saling memiliki, setidaknya menurutku begitu. Kamu memiliki waktuku, aku memiliki kenangan tentangmu. Kamu memiliki rinduku, aku memiliki setiap detail yang kuketahui tentang kamu. Sederhananya seperti itu.
*****

Nanti ada masa dimana kita saling mengingat apa saja yang dulu dilakukan berdua. Lalu diam dalam jeda, karena tiba-tiba kita merindukannya.

Dikutip dari Namarappuccino

Kepada Kamu Dengan Penuh Kebencian


Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian.

Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan, di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.

Aku benci terkejut melihat SMS kamu muncul di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya; menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar kan??

Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekedar pancingan, retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku–sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?

Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman tanpa harus tidur. Cukup begini saja.

Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu di sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di camdig yang aku pegang.. oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…., tapi tidak bisa melakukan apa-apa.

Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan “ini hanyalah ketertarikan fisik semata”. Namun harus dimentahkan oleh hati yang berkata “jangan hiraukan logikamu”

Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada dalam dirimu. Kesalahan yang aku cari secara paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.

Aku benci jatuh cinta terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini, di balik semua rasa kangen, canggung yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan...

Aku takut sendirian.

Raditya Dika

Sabtu, 10 Maret 2012

Seseorang Sepertimu




Baru-baru ini aku mengunjungi situs favoritku -Namarappuccino-, ada satu posting yang membuatku terpaku. Posting tersebut berjudul "Seseorang Sepertimu". Isinya sedikit banyak sama seperti yang aku jalani sekarang. Sebenarnya, agak miris juga baca posting ini. Tapi cukup menghibur, setidaknya sepertinya bukan hanya aku yang mengalaminya :)

Berikut adalah isi posting tersebut.


Ini nyaris sempurna. Setelah kepergianmu itu, aku menemukan seseorang sepertimu. Gaya dia berbicara, cara dia berpakaian, postur tubuhnya, semuanya sepertimu. Hei, bahkan kamu tahu, Cara dia berjalan dan menyeruput kopi juga sama sepertimu. Atau cara dia memainkan rokok putih di sela-sela jarinya. Ya. Sepertimu.

Jangan lupa, cara dia menyayangiku pun sama sepertimu. Dia akan berlama-lama mendengarku bercerita, membelai rambut panjangku dan kemudian kalau aku menangis, dia akan berkata dengan suara baritonnya, “Semua akan baik-baik saja.” Ya. Sepertimu. Menenangkanku, menghangatkanku.

Aku juga suka berlama-lama bersandar di dada bidangnya. Oya, bahkan parfumnya sepertimu. Lembut, tapi tidak mengurangi sisi maskulinnya. Ya, tentu saja aku betah berlama-lama menyandarkan kepalaku di sana. Aku suka wangi, terutama wangimu. Dan dia memiliki wangi itu. Sepertimu.

Dia juga tidak keberatan dengan kegemaranku berbelanja, atau menonton film, atau sekadar minum di kafe kecil penuh buku. Dia menemaniku dengan sabar. Pada intinya sederhana. Dia suka melihatku bahagia. Sama sepertimu.

Kamu lihat kan, semuanya nyaris sempurna.

Hanya satu yang mengganggu.

Kata ‘seperti’ yang terletak sebelum kata ‘mu’. Di sana. Di sana letak permasalahannya yang membuat segala sesuatu hanya sebatas nyaris. Ya, nyaris. Tapi, tidak pernah sempurna.

Bagaimanapun juga seseorang ‘sepertimu’ artinya tetap bukan ‘kamu’.


Dikutip dari Namarappuccino

Pelangi Senja


Pernahkah, kamu memegangi dadamu untuk menenteramkan nyeri yang tiba-tiba muncul dari sana yang menyesak hingga menarik napas pun lebih susah dari biasanya?


Pernahkah, kamu mengalami ingin sekali menangis karena dadamu sebak tapi kamu tetap tidak juga bisa menangis? Kamu hanya merasakan panas di mata, tapi airmatanya tertahan entah kenapa? Padahal kamu ingin sekali mengeluarkannya dan kalau bisa memuaskannya agar kamu kelelahan dan bisa tidur karena sudah bermalam-malam tidak bisa tidur lelap?

Ini, ini aku sedang melakukannya.

Saat ini saat aku memandangi langit sore berawan dengan semburat jingga-ungu-kelabu bergradasi begitu indah, saat di mana aku melihat lengkungan mejikuhibiniu setengah lingkaran di cakrawala. Mengantarkan aku pada sekeping kenangan yang kini sedang berputar di benakku. Tentangmu, Pelangi Senja.

Kamu pergi begitu saja. Tanpa mau duduk sejenak mendengarkanku berbicara. Bagimu, janji yang tak kutepati adalah harga mati. Aku telah menorehkan sebuah noda pada lembar putih kepercayaanmu. Bagimu, tak ada alasan lagi di balik itu. Kamu pergi dan tak menoleh lagi. Setiap langkahmu menjauh dariku, setiap itu pula hatiku terkoyak oleh luka.

Kalau ada waktu, datangi aku. Aku masih menunggu dan tidak akan minta apa-apa. Aku juga tidak akan meminta kamu jatuh cinta. Aku meminta waktumu sedikit saja untuk mendengarku berbicara. Untuk memaafkanku. Untuk saling melepaskan, kalau memang setelah berbicara, kita berdua tetap harus melepaskan.

Lalu biarkan sesuatu di dadaku ini melega. Hanya itu satu-satunya cara.

Bolehkah aku meminta itu saja? Jadi aku bisa mengatakan kepada hatiku sendiri, “Sekarang, sudah tidak apa-apa.”

Dikutip dari Namarappuccino

Rabu, 07 Maret 2012

Aku Suka Kamu


Aku suka kamu. Kamu yang jutek, menyebalkan dan kadang menyeramkan. Senyummu yang limited edition itu sangat istimewa buatku. Tawamu yang sering pecah disembarang tempat kadang membuatmu sedikit serampangan. Tapi penampilanmu memang serampangan, dengan baju yang sering tidak rapi, sekolahpun kamu kadang tidak memakai kaos kaki dan selalu menggunakan sandal jepit hijau buluk ketika di kelas. Tapi itu yang membuatku suka, penampilanmu yang sederhana dan apa adanya!

Aku suka kamu. Kamu sering merasa terganggu ketika aku melihatmu berlama-lama. Bahkan, kadang kamu juga marah dan mengusirku. Tapi aku suka. Setidaknya kamu menganggapku ada. Ya, setidaknya kamu menyadari keberadaanku.

Aku suka kamu. Terlebih ketika kamu bilang kalau aku ini childish. Selain kamu, memang banyak yang bilang begitu kepadaku dan biasanya aku marah. Tapi ketika kamu yang bilang begitu, aku tidak marah, aku malah senang. Senang karena itu berarti kamu memerhatikan gerak-gerikku selama ini. Walaupun aku tau banyak yang tidak suka dengan sifatku yang satu itu, tapi sepertinya kamu suka.

Aku suka kamu. Kamu yang jutek, menyebalkan dan kadang menyeramkan. Ya, aku suka kamu! Kamu tau itu kan? Aku pernah menulis namaku di tengkuk, belakang kepalamu. Kamu sada tidak? Oh iya, aku juga pernah menulis kata "Aku Suka Kamu" di tanganmu dengan pulpen biru. Ku rasa kamu melihatnya karena ku lihat kamu menghapusnya. Hihihi aku suka mencoret-coret tanganmu, karena kamu tidak pernah marah setiap aku melakukan itu. Kamu memang jutek, menyebalkan dan kadang menyeramkan, tapi kamu juga lucu dan aku suka.

Aku suka kamu. Kamu yang sekarang berstatus bertunangan orang lain di facebook. Agak kaget ketika kamu menjawab "Ada tunanganku di facebook, lihat aja!" ketika aku bertanya kamu mempunyai pacar atau tidak. Tapi biarlah, sepertinya kamu juga tidak terlalu mengenal orang itu karena kamu bilang baru bertemu dengannya satu kali. Kamu, aku suka kamu!

Aku suka kamu.
Si jutek, menyebalkan dan kadang menyeramkan.

Sabtu, 25 Februari 2012

Waktu Aku Sama Kamu


Waktu aku sama kamu? Sudah lama sejak saat itu. Tapi aku masih saja tidak bisa melupakan semuanya. Padahal sudah banyak orang yang menasihatiku "Jangan selalu mengingat masa lalu, tidak baik hidup dengan bayang-bayang masa lalu. Kapan kamu bisa maju kalau selalu mengingat masa lalumu. Jalan itu menghadap ke depan bukan ke belakang, sama dengan hidup!" Ku akui nasihat itu 100% benar. Sangat benar. Tapi entah mengapa untuk melupakan semuanya sangatlah sulit.

Ada yang pernah bertanya padaku "Apa sih yang sudah dia berikan untukmu dan kamu berikan untuknya sampai-sampai kamu masih belum bisa melepaskannya sampai sekarang?" Aku terdiam, aku tidak tau harus menjawab apa. Apa yang sudah dia berikan untukku? Apa yang sudah aku berikan untuknya? Pertanyaan ini terngiang-ngiang di kepalaku selama beberapa hari sampai akhirnya aku mendapat jawaban. Tidak ada.

Aku suka menutup mataku sambil mengingat semua kenangan kita. Mengingat kenangan saat kita tertawa dan menangis bersama. Mengingat kenangan saat kamu memelukku erat dan bilang kalau kamu tidak bisa hidup tanpa aku. Mengingat kenangan saat kamu menangis ketika aku menyanyikan lagu 'nina bobo' sebelum kamu tidur. Itu semua menyenangkan ketika mataku tertutup. Tapi ketika aku membuka mata, itu semua terasa sangat menyakitkan. Kenapa? Karena ketika aku membuka mata, tidak ada kamu yang tertawa dan menangis bersamaku. Tidak ada kamu yang memelukku dan bilang kalau kamu tidak bisa hidup tanpa aku. Tidak ada kamu yang menangis ketika aku menyanyikan lagu 'nina bobo' sebelum kamu tidur. Tidak ada kamu di sampingku. Dan hal yang paling menyakitkan adalah ketika aku sadar kenangan itu tidak bisa diulang kembali.

Sekarang sudah tidak ada kata 'KITA', yang tersisa hanyalah 'AKU' dan 'KAMU'. Aku kangen saat-saat indah bersamamu. Aku kangen WAKTU AKU SAMA KAMU!

Rabu, 22 Februari 2012

Dari Aku, yang Menyayangimu


Jam digital di kamarku sudah menunjukkan pukul 22.52 tapi entah mengapa aku belum merasa mengantuk. Ada beberapa hal yang mengganggu pikiranku, salah satunya adalah kamu. Ya, kamu! Akhir-akhir ini hubungan kita memang jauh membaik. Aku sudah punya keberanian untuk menyapa bahkan bertanya padamu. Keberanian yang ku kumpulkan selama sembilan bulan sejak kita terakhir kali saling menyapa.

Aku senang keadaan membaik, walaupun tidak kembali seperti semula. Setidaknya, sekarang aku tidak perlu berpura-pura tidak melihatmu ketika bertemu, tidak perlu bersembunyi ketika melihatmu dan tidak perlu memendam rindu karena sekarang aku sudah berani mengatakannya walaupun hanya lewat pesan singkat.

Aku senang kamu sudah mulai bisa menerimaku lagi, walaupun hanya sebagai teman. Ku pikir ini jauh lebih baik. Setidaknya, aku tidak akan merasakan sakit kehilanganmu lagi. Pertemanan lebih abadi dibandingkan dengan hubungan yang biasa disebut pacaran. Tidak perlu mengatur dan diatur, tidak mengikat dan diikat. Bukankah ini lebih baik?

Aku senang jika kamu sudah menemukan penggantiku. Aku yakin pilihanmu adalah yang terbaik. Walaupun dulu aku pernah mengatakan "Dia memang lebih baik daripada aku, tapi aku yang terbaik buat kamu." Sekarang, aku cabut kata-kata itu. Aku sadar, aku bukan yang terbaik untukmu. Selamat mengembara mencari seseorang beruntung yang terbaik untukmu. Aku juga akan mengembara mencari seseorang yang terbaik untukku. Yah, walaupun aku selalu berfikir seseorangku adalah kamu, tapi jika kamu berfikir seseorangmu bukanlah aku maka aku akan mengubah pemikiranku itu.

Semoga kamu bahagia, dengan siapapun orang yang kamu pilih.

Dari aku, yang menyayangimu.

Jumat, 17 Februari 2012

I Want, He is You!



















I just want a ordinary guy.
Who’ll love me like I love him, maybe more.
I want that one guy who’s afraid to lose me,
who’s always asking how I am,
who’s trully wanting to know about my problems and achievments.
Who understands me, who forgives me for my silly little mistakes.
That one guy who’ll do anything to make up for his fault.
I want that one guy who makes the effort for once.
And I want, he is you!

Selasa, 14 Februari 2012

I Can't!



I still can't get over you. I never forget you. NEVER!!


I can't remember how many months it has been since we broke up. But I cry every time when I think about you. Why am I so eager to see you today? The sound of rain droplets leaves my heart shaken up. I regret giving you my love. I regret getting attached to you. I regret holding you back. Why do I have to face the pain alone? I tried to be your only girl.

And did you ever understand my heart? Tears are flowing down and soaks the dry lips. What should I do? Now I can't erase you out of my mind!!

I cried a lot because of you. I laughed a lot because of you. I believed in the love because of you. I've lost everything because of you.

I'm speechless, suffocating and lonely. You've told me to leave and the moment leave. You treat me as if I'm insane. It's just too hard. Then I cry silently and wordlessly. Because I want to stay next to you. My love is true!! I wanna go back to when I was with you.

I miss you. I need you. Even in my dreams I'm with you. Rewind back the time. I wanna kiss you again. My heart aches. It's too much to bear. And where are you?

I CAN'T LIVE WITHOUT YOU!! PLEASE COME BACK TO ME AND STAY WITH ME!!

Kamis, 09 Februari 2012

Dari Aku, Si Bodoh yang Menuruti Semua Kata-katamu


Sore tadi, tanpa sengaja aku melihatmu. Berlarian di lapangan bersama teman-temanmu, bermain bola. Kamu terlihat sangat bersemangat. Aku suka melihatmu bersemangat seperti itu. Sorakanmu pecah, manakala kamu berhasil menjebol gawang musuh. Lucu memang. Kamu bertingkah seperti anak kecil yang baru saja menemukan mainan baru. Tapi aku suka. Aku suka melihatmu seperti itu. Aku suka.

Saat itu, ingin rasanya aku menegurmu. Aku ingin kamu tau bahwa sedaritadi aku memandangimu dari jauh. Tapi segera ku urungkan niatku itu. Aku harus bisa menahan diri sampai akhir. Aku tidak mau memecah konsentrasimu karena keberadaanku di dekatmu. Beberapa minggu ini aku sudah tidak lagi menghubungimu ataupun menegurmu. Aku berhasil kan? Kamu lihat aku, aku baik-baik saja. Walaupun rindu semakin hari semakin membusuk di hatiku, aku masih terlihat baik-baik saja kan? Kamu yang memintaku begini kan? Sekarang 1/3 keinginanmu sudah berhasil ku lakukan tanpa hambatan yang berarti, ku rasa 2/3 sisanya akan berjalan lebih mudah. Lalu, jika aku berhasil melalui semuanya, kamu akan menepati janjimu itu kan? Iya kan?


Dari aku, si bodoh yang menuruti semua kata-katamu.

Selasa, 07 Februari 2012

[Kutipan Lagu] 2NE1 - Ugly


"I'm not pretty, I'm not beautiful."

Ya, aku tidak cantik, tidak sama sekali. Aku tau itu. Aku jelek, bahkan bisa dikatakan buruk rupa. Aku tau itu.

"Why am I this ugly?"

Kamu. Ya kamu! Aku selalu iri padamu. Kenapa? Karena kamu cantik! Sangat jauh dibandingkan aku yang buruk rupa ini. Kenapa aku harus buruk rupa begini? Kenapa harus aku yang buruk rupa? Kenapa bukan kamu? KENAPA HARUS AKU?

"What must I do for me to be able to smile brightly like you?"

Ya, apa yang harus aku lakukan agar aku bisa tersenyum secerah dan secantik kamu? Apa aku harus memakai behel seperti yang kamu gunakan? Atau aku harus memakai kacamata seperti yang kamu gunakan? Atau aku harus memotong rambutku seperti gaya rambutmu? Atau aku harus memakai pakaian bermerk sepertimu? Atau apa? APA YANG HARUS KU LAKUKAN AGAR TERLIHAT SEPERTIMU?

"I'm getting angry again, why can't I ever be perfect?"

Aku selalu marah kepada diriku sendiri. Kenapa aku tidak pernah bisa menjadi sempurna? Kenapa aku tidak bisa seperti kamu? KENAPA?

"Don't look at me. I hate this feeling right now!"

Ku mohon JANGAN LIHAT AKU! Aku benci perasaan seperti ini! Perasaan tertekan, seakan aku baru memenangkan penghargaan nominasi "Wanita Paling Buruk Rupa Sedunia". Aku benci merasa seperti itu. BENCI!

"I want to hide away somewhere. I want to escape!"

Aku ingin bersembunyi. Bersembunyi sejauh-jauhnya dari kalian! Bersembunyi dari kenyataan bahwa aku yang terjelek dibanding yang lain. Bersembunyi dari kenyataan kamu yang tercantik. Aku ingin bersembunyi. INGIN MELARIKAN DIRI!

"I think I'm ugly and nobody wants to love me!"

Aku pikir aku jelek, buruk rupa. Aku tau kalian juga berpikir begitu. Aku tau dengan keburukrupaanku ini tidak akan ada satupun laki-laki yang akan mencintaiku? Kenapa? Karena semua laki-laki hanya melihat perempuan dari fisik. Dan aku? Bagian mana dari fisikku yang dapat membuat laki-laki jatuh cinta? TIDAK ADA!

"Just like her, I wanna be pretty!"

Itu do'a yang aku ucapkan hampir setiap malam sebelum mataku terlelap. Berharap ketika aku bangun, ada keajaiban yang membuat aku terlihat cantik sepertimu. Ya AKU INGIN CANTIK SEPERTIMU!

"Don't lie to my face, 'cause I know I'm ugly!"

Jangan pernah mengatakan bahwa aku cantik. Aku tau itu bohong! Aku tau kalian bohong. Aku tau aku tidak cantik, aku buruk rupa! Jadi tolong jangan pernah mengatakan itu, karena perkataan itu hanya seperti sindiran halus bagiku! Karena AKU TAU AKU TIDAK CANTIK!

"This world is full of lies!"


*ditulis sambil mendengarkan lagu "2NE1 - Ugly" berulang-ulang

Senin, 06 Februari 2012

[Kutipan Lagu] Christina Perri - Jar of Hearts


"You know, I can't take one more step, towards you. 'Cause all that's waiting is regret."

Ya, aku yakin kamu tau itu. Aku sudah tidak bisa mendekatimu lagi. Sedekat apapun itu. Karena itu hanya akan membuatku terluka lagi dan lagi. Mendekatimu seperti mendekati kesedihan, kesengsaraan dan sejenisnya. Mendekatimu hanya akan membuatku menyesal.

"I learned to live, half alive and now you want me one more time. And who do you think you are? Running round leaving scars."

Setelah aku mati-matian belajar untuk hidup kembali. Hidup tanpamu. Lalu dengan mudahnya kamu ingin kembali. Kamu pikir kamu siapa? Kamu pikir kamu dapat datang dan pergi dengan meninggalkan luka, lalu kembali lagi setelah luka itu sembuh dengan niatan ingin membuat luka kembali? TIDAK! Tidak akan ku biarkan kamu melakukannya lagi padaku.

"Dear, it took so long, just to feel alright."

Itu yang ingin aku katakan padamu ketika kamu memintaku kembali padamu. Butuh waktu yang sangat lama bagiku untuk merasa baikan! Aku tidak akan membiarkanmu membuat sia-sia semua usahaku melupakanmu selama ini! Aku tidak akan membiarkan kamu melukai hatiku sekali lagi. Sedikitpun!

"I wish, that I had missed the first time that we kissed. 'Cause you broke all your promises."

Aku selalu berharap aku dapat memutar waktu dan melewatkan saat 'first kissed' kita. Karena di saat itu kamu berjanji bersamaku selamanya. Karena kamu berjanji mencintaiku selamanya. Karena kamu berjanji tidak akan meninggalkanku. Karena kamu berjanji tidak akan melukai hatiku sedikitpun. Karena kamu berjanji terlalu banyak dan KAMU MENGINGKARINYA! Kamu meninggalkanku, kamu melukaiku dengan sangat, KAMU INGKAR! KAMU INGKAR!

"And now you're back. You don't get to get me back."

Dan sekarang kamu kembali. Berharap aku dapat bersamamu lagi. Berharap dapat melukaiku sekali lagi. TIDAK AKAN! Kamu tidak akan bisa mendapatkanku lagi. Sekali kamu kehilanganku, itu berarti kamu kehilanganku selamanya. Karena sulit bagiku membangun kepercayaan yang pernah ku berikan untukmu dulu. Jadi, untuk menerimamu lagi...

"Who do you think you are?"



*ditulis sambil mendengarkan lagu "Christina Perri - Jar of Hearts" berulang-ulang

[Kutipan Lagu] Avril Lavigne - I Will Be


"There's nothing I could say to you. Nothing I could ever do to make you see what you mean to me"

Itu yang ku rasakan saat kamu pergi. Aku tidak bisa mengatakan apapun di saat kamu pergi. Aku tidak bisa memberikan alasan selengkap-lengkapnya kenapa semua harus berakhir. Aku tidak bisa mengatakan bahwa aku sangat sangat sangat menyayangimu dengan sepenuh hatiku. Aku tidak bisa mengatakan bahwa aku sangat sangat sangat membutuhkanmu. Bahkan aku tidak bisa menahanmu pergi.


*ditulis sambil mendengarkan lagu "Avril Lavigne - I Will Be"

Sabtu, 04 Februari 2012

[Kutipan Lagu] Raisa - Apalah (Arti Menunggu)


"Sekarang aku tersadar cinta yang ku tunggu tak kunjung datang. Apalah arti aku menunggu bila kamu tak cinta lagi."

Liriknya dalam, lagunya santai, maknanya sampainya pas, suara penyanyinya juga lembut banget. Tapi miris banget hatiku waktu dengar reff ini. Benar-benar nusuk! Ini lagu nyindir aku yaa? Atau sebenarnya lagu ini dibuat untuk aku? Biar aku berhenti nunggu dia? Kalau dipikir-pikir, memang benar lirik lagu ini. Apa artinya nunggu seseorang yang sudah gak cinta sama kita? Tapi kan..... *speechless*

"Dahulu kaulah segalanya, dahulu hanya dirimu yang ada di hatiku. Namun sekarang aku mengerti, tak perlu ku menunggu sebuah cinta yang semu."

Wah, makin dalam aja nih lagu. Makin terdoktrin juga aku. Tapi.... STOP STOP STOP! Aku cinta dia! Gak akan berhenti nunggu dia cuma karena lagu ini! *matiin mp3*


*ditulis sambil mendengarkan lagu "Raisa - Apalah (Arti Menunggu)" berulang-ulang :)

SEBISAKU!

Aku sudah mulai putus asa. Antara aku dan dia benar-benar ga ada kemajuan. Bahkan bisa dibilang hubunganku sama dia mengalami kemunduran yang sangaaaaaaaaaaaat drastis.Miris? MEMANG! Sedih? PASTI! Berhenti mencintainya? TENTU SAJA TIDAK!


Dari awal aku sudah bilang “Aku menyukainya bukan karena aku ingin menjadi pacarnya, bisa berada di dekatnya saja sudah membuatku sangat bahagia” Dan lagi, dia adalah penyemangatku untuk rajin belajar. Berkat dia, aku merasa perubahan dalam belajarku sedikit demi sedikit. Ya, setidaknya dengan aku menyukainya bisa berdampak positif dalam kehidupanku!
“Cinta tak harus memiliki”

Itu pepatah yang ku pegang teguh untuk tetap mencintainya. Ya, memang ada kalanya cinta bertepuk sebelah tangan. Dan mungkin inilah saat aku merasakannya. ALLOH ingin melihat usahaku bertahan dalam kondisi seperti ini. ALLOH menyayangiku. Mungkin ALLOHsudah mempersiapkan orang yang lebih baik dari dia untukku. Atau mungkin ALLOH akan mempersembahkan dia padaku suatu hari nanti.

“Kalo jodoh, ga akan kemana”

Ini kalimat yang sering seseorang katakan untuk menyemangatiku. Kalimat yang selalu menenangkan hatiku. Ya, memang, jika dia adalah jodohku pasti aku akan bersamanya juga. Mungkin ALLOH belum mau aku bersamanya sekarang. Atau mungkin ALLOH akan mempertemukan aku, dia, dan CINTA ketika aku sudah tumbuh dewasa nanti.

“Possitive Thinking”

Itu yang selalu sahabat katakan padaku. Kalimat selalu menghilangkan semua prasangka burukku tentangnya. Kalimat yang selalu memunculkan beberapa pikiran positif tentangnya, seperti: “Dia akan bersamaku suatu hari nanti, menikmati sisa hidup bersama, InsyaALLOHYa, walaupun kadang dengan ber-possitive thinking membuatku merasa seperti diberi harapan palsu. Tapi ini lebih baik daripada harus berprasangka buruk dan menderita dalam prasangka itu.

Sekarang, aku bertahan tetap mencintainya, SEBISAKU!

Dari aku, si bodoh yang tetap mencintaimu.

Dari Aku, Si Bodoh yang Merindukan Senyumanmu

Hai kamu, ya KAMU! Aku merindukanmu. Merindukan senyummu yang dulu buatku. Sudah lama kamu tidak memberinya untukku. Apa quota senyummu masih tersisa untukku? Apa harus aku memenuhi quota senyummu agar kamu bisa memberikan sedikit senyummu untukku?

Apa kamu tau? Dulu aku adalah penikmat nomor satu senyum manismu. Bahkan sebenarnya sampai sekarang. Bedanya, dulu aku menikmati senyum yang benar-benar untukku. Sedangkan sekarang, aku hanya bisa menikmati senyum yang kamu berikan untuk orang lain, bukan untukku!

Apa kamu tau? Sampai sekarang aku masih menanti kamu memberikan senyum manismu itu. Aku benar-benar haus akan senyumanmu. Senyuman manis yang tulus dari hatimu. Maukah kamu memberikannya sekali saja padaku? Sekali saja, untuk mengobati kehausanku selama ini.

Dari aku, si bodoh yang merindukan senyumanmu.

Jangan Kembali, Jika Kamu Berniat Untuk Pergi Lagi


"Jangan kembali, jika kamu berniat untuk pergi lagi"


Itu kata-kata yang kuucapkan padamu ketika kamu menghubungiku. Bukan karena aku tidak senang kamu kembali, tapi karena aku tidak ingin berharap lagi padamu. Aku tau, kamu hanya memberi harapan palsu yang seolah nyata padaku. Aku tau, karena aku sangat mengenalmu. Aku sangat mengenal gerak-gerik anehmu itu. Aku tau, ada maksud buruk di balik kebaikanmu itu. Jujur, aku tergoda. Tapi TIDAK! Aku tidak akan mengulang kesalahan yang sama untuk kesekian kalinya. Kesalahan mempercayai kata-kata manismu. Kesalahan yang membawaku kepada sakit yang lebih dalam lagi. Aku memang sangat mencintaimu, tapi aku lebih mencintai diriku. Aku tidak akan membiarkan diriku terluka untuk kesekian kalinya. Cukup semua sakit yang kamu beri kepadaku dengan berselingkuh dengan wanita lain dulu. Cukup semua sakit yang kamu beri kepadaku dengan selalu berbohong kepadaku dulu. Cukup semua sakit yang kamu beri dengan memanfaatkan kebaikan, kepercayaan, dan ketulusan padamu dulu. Sekarang, menjauhlah! Biarkan aku hidup dengan tenang tanpa bayanganmu lagi!

Dari aku, yang ingin melupakanmu!